Polisi Masih Dalami Kasus Import Kulit Sapi Asal Perancis

Dugaan Sementara Importir Gunakan Nama Perusahaan Importir Lain

 SURABAYA- Dengan tertangkapnya dua kontainer kulit sapi import asal Perancis, kemarin (24/1) Subdit Ekonomi Unit I Exim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jatim sedang melakukan penyelidikan bagaimana masuknya kulit sapi import ini.

 Kasubdit Ekonomi Dit Reskrimsus Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endar Priantono, SH, S.Ik mengatakan, untuk sementara polisi menduga bahwa kulit-kulit sapi import asal Perancis ini masuk ke Surabaya karena pihak importir menggunakan nama atau bendera perusahaan importir lain.

 “Masih terus kita kembangkan. Terkait adanya pihak-pihak lain yang ikut meloloskan kulit sapi import ini, masih dalam penyelidikan. Yang  jelas, pemilik barang masih terus kita periksa secara intensif, “ ungkap Endar Priantono.

 Mantan Penyidik KPK ini juga menuturkan, dari pengakuan sementara pemilik barang, kulit-kulit sapi import ini sudah ada sejak Oktober lalu masuk ke Indonesia, namun untuk pengiriman bulan Desember, kulit sapi import asal Perancis ini diamankan tanggal 28 Desember karena dokumennya tidak lengkap. Pemilik barang juga mengaku bahwa kulit-kulit sapi import ini akan digunakan untuk kebutuhan produksi sepatu, jaket dan kerupuk rambak.

 

“ Dari penangkapan kali ini, kami mengamankan dua kontainer kulit sapi asal Perancis karena tidak dilengkapi dokumen yang sah. Akibat dari perbuatannya ini, pemilik barang bisa dijerat dengan UU  No.16 tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan,” imbuh Endar.

 Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Suroto mengatakan, R. Affandi (33) warga Lakarsantri Surabaya selaku pemilik barang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

 “ Ia dijerat dengan pasal 31 ayat (1) dan pasal 5 Undang-Undang Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan,Ikan Dan Tumbuhan karena pengiriman kulit sapi asal Perancis ini tidak dilengkapi dengan dokumen sertifikat syarat keluar karantina, Certifikat Of Origin (COO) atau dikenal dengan istilah sertifikat asal barang dan yang terakhir Health Certificate atau sertifikat dari Kementerian Kesehatan, “ terang Suroto.

 Hingga saat ini, lanjut alumni Akpol’94 ini, barang bukti yang berhasil diamankan adalah dua kontainer kulit sapi import asal Perancis dengan berat 22.378 kg dan 22.428 kg dengan total berat 44.806 kg. Kulit-kulit ini senilai US$ 18,818 atau sekitar Rp. 100 juta. Untuk sementara kulit-kulit ini dititipkan di Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Perak Surabaya. (m34)

sumber lidiksnews.com

Kulit sapi dan Kulit Kambing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s