Pemerintah Indonesia mulai 24 April, menyetop sementara impor daging sapi dari Amerika Serikat

JAKARTA, FAJAR — Pemerintah Indonesia mulai 24 April, menyetop sementara impor daging sapi dari Amerika Serikat. Ini dilakukan menyusul ditemukannya kasus sapi gila di negara adidaya tersebut. Menteri Pertanian RI, Suswono, di sela-sela Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Kamis, 26 April.

Menurut Suswono, pemerintah mengeluarkan keputusan moratorium impor daging itu, setelah mendapat rekomendasi dari ahli kesehatan hewan di Bogor. Menurutnya, pemerintah juga sudah mengkonfirmasi ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, dan mereka membenarkan.

Mengenai sampai kapan moratorium impor daging itu diberlakukan, Suswono mengaku moratorium itu akan diberlakukan hingga ada notifikasi dari pemerintah Amerika Serikat. Suswono juga mengharapkan masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan daging, soalnya impor daging bukan hanya dari Amerika Serikat, tapi juga ada dari negara lain.

Daging impor asal AS banyak dipasok ke Meksiko, Korea dan Jepang. Sekitar 80 persen daging sapi asal Amerika Serikat, dipasok ke ketiga negara itu. Indonesia hanya menggunakan daging sapi asal AS untuk hotel-hotel dan restoran kelas atas.
Indonesia hanya menyumbang 0,6 persen nilai ekspor daging sapi AS pada 2011 yang mencapai USD17 juta. Selain Indonesia, dua suplier Korea Selatan juga menghentikan impor mereka. Sementara negara-negara pasar utama ekpor daging sapi AS, seperti Kanada dan Jepang masih melanjutkan impor setelah Pemerintah AS menjamin daging sapi yang diekspor.

Seperti diberitakan, Kementerian Pertanian AS mengumumkan telah menemukan penyakit sapi gila di sebuah peternakan di California. Kasus penyakit sapi gila ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam enam tahun terakhir. Menteri Pertanian AS Tom Vilsack mengatakan, penyakit sapi gila tersebut belum mempengaruhi pasokan dan manusia. Penyakit sapi gila ini akibat kelainan bentuk protein yang disebut prion. Kelainan ini menyebabkan kerusakan sistem saraf hewan ternak.

Penyakit ini pertama kali ditemukan di Inggris pada 1986. Penyakit ini telah membunuh 150 orang yang mengkonsumsi daging sapi tersebut. Selain itu sebanyak 184.000 sapi tewas. Kasus sapi gila pertama kali ditemukan di AS pada akhir 2003 silam. Penyakit sapi gila ini ditemukan dari sapi yang diimpor dari Kanada. Lalu kasus selanjutnya ditemukan pada 2005 dan 2006. (asw)

Fajar

Kulit sapi dan kulit kambing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s