Produk jual kulit sapi

Kulit Warna Coklat

Perfeet ( 20 cm x 30 cm )

Rp 23.000 / Feet

Ketebalan : 2mm

Detail Kulit warna coklat

Kulit Warna Putih

Perfeet ( 20 cm x 30 cm )

Rp 23.500 / Feet

Ketebalan : 1,5mm

Detail Kulit warna Putih

Kulit Warna Hitam

Perfeet ( 20 cm x 30 cm )

Rp 23.500 / Feet

Ketebalan : 1,5mm

Detail Kulit warna Hitam

Kulit Warna Merah

Perfeet ( 20 cm x 30 cm )

Rp 23.500 / Feet

Ketebalan : 1,5mm

Detail Kulit warna Merah

Kulit Warna Biru

Perfeet ( 20 cm x 30 cm )

Rp 23.500 / Feet

Ketebalan : 2mm

Detail Kulit warna Biru

Kulit Warna Hijau

Perfeet ( 20 cm x 30 cm )

Rp 23.500 / Feet

Ketebalan : 2mm

Detail Kulit warna Hijau

Keuntung Dari Kulit Sapi

Kulit kerbau dan kulit sapi dari rumah pemotongan hewan umumnya sulit buat dipasarkan, dan selama ini hanya dikenal sebagai bahan untuk membuat Bedug untuk masjid dan surau. Namun tidak demikian untuk warga di desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kulit kerbau dan kulit sapi dapat dapat dibuat menjadi makanan khas daerah Kendal, yaitu kerupuk rambak.
Kerupk kulit kerbau dan kulit rambak sapi yang diproduksi macam-macam industri rumah tangga di Kecamatan Pegandon, Kendal, sangat cocok untuk hidangan pelengkap di meja makan. Tidak mengherankan, kerupuk yang bercita rasa gurih ini paling dicari oleh para pemudik pada saat mampir di Kota Kendal. Mahmudin merupakan salah satu pengusaha kerupuk yang mengais rezeki dari kerupuk kulit. Dengan bendera Dwi Djaya Pegandon, Mahmudin terus melebarkan sayapnya.
Proses pembuatan kerupuk rambak adalah 10 hari. Dimulai dari membeli kulit kerbau maupun kulit sapi dari sejumlah pengepul. Kulit hewan itu lalu direbus, sesudah itu dipotong kecil-kecil, kemudian dikeringkan dengan sinar matahari, dioven, dikeringkan dengan matahari lagi, lalu digoreng dengan minyak sayur.
Dengan mempergunakan 2 tenaga kerja, Ahmad bisa menggoreng sekitar 700 buah kerupuk per hari. Keuntungan dari usaha ini cukup menarik, yaitu mencapai 50% lebih dari modal yang dikeluarkan. Contohnya bila membeli kulit sapi seberat 10 kg seharga Rp350 ribu, sesudah diolah dan menjadi kerupuk matang akan laku dijual kurang lebih Rp 1 juta seratus ribu.
Selain krupuk rambak, di Pegandon terdapat makanan khas pula yang tidak ada duanya yaitu sate bumbon. Sate ini adalah sate sapi yang dikasih bumbu khas, dan umumnya disandingkan dengan sayur nangka dan lontong.

jkulit sapi dan kulit kambing

 

Polisi Masih Dalami Kasus Import Kulit Sapi Asal Perancis

Dugaan Sementara Importir Gunakan Nama Perusahaan Importir Lain

 SURABAYA- Dengan tertangkapnya dua kontainer kulit sapi import asal Perancis, kemarin (24/1) Subdit Ekonomi Unit I Exim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jatim sedang melakukan penyelidikan bagaimana masuknya kulit sapi import ini.

 Kasubdit Ekonomi Dit Reskrimsus Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endar Priantono, SH, S.Ik mengatakan, untuk sementara polisi menduga bahwa kulit-kulit sapi import asal Perancis ini masuk ke Surabaya karena pihak importir menggunakan nama atau bendera perusahaan importir lain.

 “Masih terus kita kembangkan. Terkait adanya pihak-pihak lain yang ikut meloloskan kulit sapi import ini, masih dalam penyelidikan. Yang  jelas, pemilik barang masih terus kita periksa secara intensif, “ ungkap Endar Priantono.

 Mantan Penyidik KPK ini juga menuturkan, dari pengakuan sementara pemilik barang, kulit-kulit sapi import ini sudah ada sejak Oktober lalu masuk ke Indonesia, namun untuk pengiriman bulan Desember, kulit sapi import asal Perancis ini diamankan tanggal 28 Desember karena dokumennya tidak lengkap. Pemilik barang juga mengaku bahwa kulit-kulit sapi import ini akan digunakan untuk kebutuhan produksi sepatu, jaket dan kerupuk rambak.

 

“ Dari penangkapan kali ini, kami mengamankan dua kontainer kulit sapi asal Perancis karena tidak dilengkapi dokumen yang sah. Akibat dari perbuatannya ini, pemilik barang bisa dijerat dengan UU  No.16 tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan,” imbuh Endar.

 Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Suroto mengatakan, R. Affandi (33) warga Lakarsantri Surabaya selaku pemilik barang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

 “ Ia dijerat dengan pasal 31 ayat (1) dan pasal 5 Undang-Undang Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan,Ikan Dan Tumbuhan karena pengiriman kulit sapi asal Perancis ini tidak dilengkapi dengan dokumen sertifikat syarat keluar karantina, Certifikat Of Origin (COO) atau dikenal dengan istilah sertifikat asal barang dan yang terakhir Health Certificate atau sertifikat dari Kementerian Kesehatan, “ terang Suroto.

 Hingga saat ini, lanjut alumni Akpol’94 ini, barang bukti yang berhasil diamankan adalah dua kontainer kulit sapi import asal Perancis dengan berat 22.378 kg dan 22.428 kg dengan total berat 44.806 kg. Kulit-kulit ini senilai US$ 18,818 atau sekitar Rp. 100 juta. Untuk sementara kulit-kulit ini dititipkan di Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Perak Surabaya. (m34)

sumber lidiksnews.com

Kulit sapi dan Kulit Kambing

Kursi Kulit Lendah Tembus Pasar Australia

jual kulit kambing

KULONPROGO—Produk kursi berbahan baku kulit kambing produksi Lendah berhasil menembus pasar Australia. Porduksi kursi berbahan kulit kambing tersebut dapat ditemui di dusun Bendiro, Gulurejo, Lendah.

Wakijan, 36, pemilik usaha tersebut mengisahkan semula ia memiliki usaha mebel pada pertengahan 1990-an. Namun, akhirnya gulung tikar karena membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Setelah usaha meubel seret, tahun 2009 saya mulai beralih membuat meja dan kursi dari limbah bekas kayu yang tidak terlalu membutuhkan dana yang besar,” ujarnya.

Salah satu kreasinya yakni membuat kursi dengan bahan berlapis kulit kambing. Wakijan terinsprasi saat berkeliling ke daerah Kasongan, Bantul.

Sampai saat in produk kursi berlapis kulit kambing itulah yang paling diminati di Australia. Setiap kali pemesanan untuk diekspor, Wakijan bisa mengirimkan setidaknya 1.000 item produk kursi dan meja, umumnya yang dilapisi kulit kambing. (ali)

sumber: http://www.harianjogja.com

 

Jual kulit kambing

Peminat tas dan dompet kulit sapi tidak pernah sepi

 PELUANG BISNIS TAS DAN DOMPET KULIT SAPI

Peminat tas dan dompet kulit sapi tidak pernah sepi

Sudah lama kulit sapi bisa dijadikan aneka produk fesyen. Produk kulit sapi ini juga bernilai ekonomis tinggi. Dengan mengikuti mode dan sedikit sentuhan kreativitas, para produsen aneka produk sapi kelas rumahan pun bisa menjahit omzet hingga puluhan juta per bulan.

Kulit sapi memang mempunyai nilai ekonomi tinggi bila sudah dibentuk menjadi berbagai produk fesyen seperti tas, dompet, sandal, dan juga sepatu. Dengan beragam produk itu, kulit sapi itu bisa bikin kantong tebal.

Salah satu perajin yang mengolah kulit sapi menjadi produk fesyen itu adalah Nihayatun Nur Eni, dari Gresik, Jawa Timur. Ia mengolah kulit sapi menjadi aneka produk, seperti tas, dompet, sandal, sepatu, juga sarung ponsel. “Bisnis ini sudah saya tekuni sejak 2004,” kata Nihayatun.

Nihayatun membuat aneka produk fesyen itu dengan mengikuti perkembangan model sehingga produk kerajinannya itu selalu tampil penuh warna dan tidak ketinggalan jaman. Bahkan, Nihayatun mengklaim, mutu aneka produk kulitnya itu lebih unggul karena semua dikerjakan dengan tangan alias hand made. “Bisnis ini menguntungkan, apalagi bahan bakunya murah dan banyak,” katanya.

Dalam sebulan, Nihayatun bisa menghabiskan bahan baku kulit sapi itu hingga 300 kilogram (kg) senilai Rp 3 juta. Dari bahan baku sebanyak itu, ia bisa mengolahnya menjadi 300 potong sampai 400 produk, mulai dari dompet hingga sepatu.

Nihayatun menjual produknya itu dengan harga beragam. Misalnya, untuk harga tas, ia melepas di harga Rp 50.000 sampai Rp 350.000 per buah. Untuk dompet dijual mulai Rp 20.000 sampai Rp 60.000 per unit. “Dalam sebulan omzet saya Rp 30 juta sampai Rp 60 juta,” kata Nihayatun yang memiliki tiga karyawan itu.

Selain Nihayatun, ada Maulina. Namun, perempuan asal Yogyakarta ini khusus membuat tas dan dompet kulit sapi. Pemilik butik Kalyanabatik itu sudah menggeluti bisnis produk kulit sejak tahun 2006.

Produk dompet dan tas buatan Maulina juga unik karena ia memberi motif batik pada kulit. “Memang sedikit rumit, tetapi hasilnya lebih bagus,” kata Maulina.

Soal harga jual, Maulina mematok harga lebih mahal dari Nihayatun. Contoh, untuk sebuah tas, Maulina menjual mulai Rp 400.000 sampai Rp 700.000 per buah. Dari berjualan tas dan dompet kulit itu, Maulina bisa mendapat omzet hingga Rp 60 juta.

Untuk membuat tas kulit motif batik itu, tahap pertama yang dilakukan adalah membuat desain pola dari karton. “Setelah pola selesai, barulah kulit dan kain batik digunting sesuai dengan ukuran pola karton,” terang Maulina.

Setelah pola tas atau dompet selesai, selanjutnya pemberian lem dan menjahitnya. Dalam proses menjahit ini dibutuhkan ketelitian agar motif batik dengan motif kulit sapi bisa sesuai. Soal desain pada tas atau dompet itu, Maulina mengumpulkan informasinya dari internet. Ia bilang, untuk menekuni bisnis ini, modal paling penting adalah kreativitas.

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/peminat-tas-dan-dompet-kulit-sapi-tidak-pernah-sepi

Kulit sapi dan kulit kambing

Pemerintah Indonesia mulai 24 April, menyetop sementara impor daging sapi dari Amerika Serikat

JAKARTA, FAJAR — Pemerintah Indonesia mulai 24 April, menyetop sementara impor daging sapi dari Amerika Serikat. Ini dilakukan menyusul ditemukannya kasus sapi gila di negara adidaya tersebut. Menteri Pertanian RI, Suswono, di sela-sela Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Kamis, 26 April.

Menurut Suswono, pemerintah mengeluarkan keputusan moratorium impor daging itu, setelah mendapat rekomendasi dari ahli kesehatan hewan di Bogor. Menurutnya, pemerintah juga sudah mengkonfirmasi ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, dan mereka membenarkan.

Mengenai sampai kapan moratorium impor daging itu diberlakukan, Suswono mengaku moratorium itu akan diberlakukan hingga ada notifikasi dari pemerintah Amerika Serikat. Suswono juga mengharapkan masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan daging, soalnya impor daging bukan hanya dari Amerika Serikat, tapi juga ada dari negara lain.

Daging impor asal AS banyak dipasok ke Meksiko, Korea dan Jepang. Sekitar 80 persen daging sapi asal Amerika Serikat, dipasok ke ketiga negara itu. Indonesia hanya menggunakan daging sapi asal AS untuk hotel-hotel dan restoran kelas atas.
Indonesia hanya menyumbang 0,6 persen nilai ekspor daging sapi AS pada 2011 yang mencapai USD17 juta. Selain Indonesia, dua suplier Korea Selatan juga menghentikan impor mereka. Sementara negara-negara pasar utama ekpor daging sapi AS, seperti Kanada dan Jepang masih melanjutkan impor setelah Pemerintah AS menjamin daging sapi yang diekspor.

Seperti diberitakan, Kementerian Pertanian AS mengumumkan telah menemukan penyakit sapi gila di sebuah peternakan di California. Kasus penyakit sapi gila ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam enam tahun terakhir. Menteri Pertanian AS Tom Vilsack mengatakan, penyakit sapi gila tersebut belum mempengaruhi pasokan dan manusia. Penyakit sapi gila ini akibat kelainan bentuk protein yang disebut prion. Kelainan ini menyebabkan kerusakan sistem saraf hewan ternak.

Penyakit ini pertama kali ditemukan di Inggris pada 1986. Penyakit ini telah membunuh 150 orang yang mengkonsumsi daging sapi tersebut. Selain itu sebanyak 184.000 sapi tewas. Kasus sapi gila pertama kali ditemukan di AS pada akhir 2003 silam. Penyakit sapi gila ini ditemukan dari sapi yang diimpor dari Kanada. Lalu kasus selanjutnya ditemukan pada 2005 dan 2006. (asw)

Fajar

Kulit sapi dan kulit kambing

Indonesia hentikan impor sejumlah produk daging sapi AS

Indonesia menghentikan impor daging bertulang dan isi perut sapi dari Amerika Serikat menyusul merebaknya penyakit sapi gila di California. ini bersifat sementara dan tidak berlaku bagi daging tanpa tulang.

 

jual kulit sapi

Kulit Sapi

Pejabat AS sebelumnya mengatakan mengatakan daging sapi yang terinfeksi tidak akan memasuki pasar.

“Menteri pertanian menandatangani larangan ini dan badan karantina kami akan mengirim ke WTO (Organisasi Perdagangan Internasional) tetapi karena sifatnya emergency, efektif hari ini daging dari AS dilarang masuk ke Indonesia,” kata Rusman pada BBC.

Larangan itu tidak berlaku bagi daging impor yang belum tiba di Indonesia atau masih dalam perjalanan.

“Logikanya, penyakit itu kan ditemukannya baru-baru ini saja jadi [daging] yang dalam perjalanan boleh masuk tapi akan ada pemeriksaan di karantina untuk meyakinkan bahwa [daging] itu aman,” kata Rusman.

Ia menambahkan belum mengetahui kapan keran impor akan dibuka kembali.

“Hingga ada klarifikasi dari AS mengenai penanganan dan jaminan keamanan impor, maka larangan tetap berlaku,” kata dia.

Ia yakin larangan itu tidak akan banyak berpengaruh bagi pasar dan konsumen di Indonesia karena sebagian besar daging sapi impor berasal dari Australia dan Selandia Baru.

Tahun lalu, Indonesia mengimpor 100.000 ton daging sapi dari seluruh dunia namun hanya 5,2 ton yang berasal dari Amerika, menurut Federasi Ekspor Daging AS.

sumber BBC

Kulit Sapi dan Kulit kambing